Seputarkarawang.com - Karawang, Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang kembali menghadirkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian yang digelar di Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, tim KKN UBP Karawang sukses membimbing warga RW 08 untuk mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai jual tinggi melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah pada Minggu (12/07/2026).
Dipimpin oleh Mahatma Adha Sugwidya selaku penanggung jawab atau PIC, bersama tim pelaksana KKN UBP Karawang yang terdiri dari Rafif Hylmi Khairullah, Satria Emmir Rafshanzani, Aerly Imeldha Vasyha, Hajjar Mei Wila Putri, Salsabilla Ainun, dan Cansius Alma Christian Vieri, program ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari kaum ibu rumah tangga. Kegiatan ini tidak hanya menjadi solusi kreatif mengatasi pencemaran lingkungan akibat minyak goreng bekas, tetapi juga membuka peluang usaha rumahan yang menjanjikan.
Rangkaian acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB di Lapangan Senam dengan edukasi pemilahan sampah berbasis konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Dalam sesi ini, warga mendapatkan wawasan komprehensif dari berbagai sudut pandang disiplin ilmu yang dihadirkan oleh para mahasiswa KKN UBP Karawang, guna memastikan proses pengolahan limbah berjalan secara efektif, aman, dan berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.
Dari perspektif farmasi, warga mendapatkan penyuluhan mendalam mengenai aspek keamanan komposisi bahan baku serta dampak kesehatan penggunaan bahan kimia secara tepat. Edukasi ini sangat krusial agar produk lilin aromaterapi yang dihasilkan aman dan nyaman digunakan di dalam ruangan tanpa memicu gangguan pernapasan, sehingga memberikan rasa aman bagi konsumen maupun produsen rumahan.
Selanjutnya, dari perspektif psikologi yang diusung oleh Cansius Alma Christian Vieri, warga diajak untuk memahami aspek terapi dan kesejahteraan mental (well-being) dari penggunaan aromaterapi. Warga diedukasi bagaimana keharuman esensial seperti lavender atau jasmine dapat membantu meredakan tingkat stres ibu rumah tangga, menciptakan ketenangan emosional di dalam rumah, sekaligus membangun motivasi serta kepercayaan diri warga untuk produktif berkarya.
Sementara itu, dari perspektif manajemen, tim KKN UBP Karawang juga membekali peserta dengan strategi bisnis praktis, mulai dari analisis nilai ekonomis, kelebihan dan kekurangan produk di pasaran, cara menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) secara akurat, hingga teknik pemasaran digital agar warga mampu mengelola bisnis mandiri.
Puncak acara diisi dengan bimbingan teknis (Bimtek) dan praktik mandiri pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Tahap awal dimulai dari penyaringan minyak menggunakan kain filter dan perendaman dengan arang aktif selama kurang lebih 24 jam untuk menjernihkan warna serta menghilangkan bau tak sedap. Minyak bersih kemudian dicampur dengan stearic acid perbandingan 1:1 dan dipanaskan pada suhu 70–75°C hingga homogen sebelum ditambahkan pewarna serta minyak esensial pada suhu 60–65°C, lalu dicetak dalam wadah 10 mL hingga mengeras.
“Tujuan utama kami adalah mengolah limbah yang berpotensi mencemari lingkungan menjadi produk aromaterapi yang memiliki nilai ekonomi. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik semangat kewirausahaan bagi ibu-ibu di RW 08,” ujar Mahatma Adha Sugwidya, Ketua Pelaksana KKN UBP Karawang, saat diwawancarai oleh tim media Seputar Karawang usai kegiatan. Berakhirnya pelatihan pukul 11.00 WIB ini diharapkan mampu meninggalkan dampak positif jangka panjang, di mana warga Desa Jomin Barat dapat terus mengembangkan kemandirian ekonomi secara konsisten dan berkelanjutan.